Marque

Selamat Datang Digitalisasi Informasi & Literasi Pendidikan SMP Negeri 2 Kwadungan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Merdeka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2025

Asessmen Harian Informatika Kelas 9-1_BK_2-1

 SOAL & PEMBAHASAN

SEMESTER I


Materi                                :     Berpikir Komputasional

Tujuan Pembelajaran       :     Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasi untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang lebih kompleks dari sebelumnya, yang mengandung algoritma, struktur data, ekspresi, dan operasi logika.

 

Soal 1
Indikator: Peserta didik dapat mengidentifikasi urutan langkah-langkah algoritma yang logis untuk menyelesaikan masalah sederhana.
Level Kognitif: Pemahaman (C2)

Andi ingin membuat secangkir kopi. Urutan mana yang paling tepat menggambarkan algoritma yang logis?
a. Seduh kopi -> panaskan air -> tuang ke cangkir -> tambahkan gula
b. Panaskan air -> seduh kopi -> tuang ke cangkir -> tambahkan gula
c. Tambahkan gula -> tuang ke cangkir -> panaskan air -> seduh kopi
d. Tuang ke cangkir -> panaskan air -> tambahkan gula -> seduh kopi

Jawaban: b
Pembahasan: Algoritma harus berurutan dan logis. Air harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyeduh kopi. Setelah kopi diseduh, baru dituang ke cangkir dan kemudian ditambahkan gula.

 

Soal 2
Indikator: Peserta didik dapat menerapkan konsep variabel dalam sebuah prosedur sederhana.
Level Kognitif: Penerapan (C3)

Perhatikan algoritma berikut:

text

1. A = 5

2. B = 3

3. C = A + B

4. A = C - B

Berapakah nilai A dan C setelah algoritma di atas dijalankan?
a. A = 3, C = 8
b. A = 5, C = 8
c. A = 5, C = 5
d. A = 8, C = 8

Jawaban: b
Pembahasan:

  • Langkah 1: A = 5
  • Langkah 2: B = 3
  • Langkah 3: C = 5 + 3 = 8
  • Langkah 4: A = 8 - 3 = 5
    Jadi, nilai A tetap 5 dan nilai C adalah 8.

 

Soal 3
Indikator: Peserta didik dapat menganalisis pola untuk memprediksi output dari suatu algoritma sederhana.
Level Kognitif: Analisis (C4)

Perhatikan potongan algoritma berikut:

text

For i = 1 to 4

    Print i * 2

End For

Apa output yang dihasilkan?
a. 1, 2, 3, 4
b. 2, 4, 6, 8
c. 2, 4, 8, 16
d. 1, 3, 5, 7

Jawaban: b
Pembahasan: Perulangan For akan menjalankan perintah Print i * 2 untuk i dari 1 hingga 4.

  • i=1 -> 1*2 = 2
  • i=2 -> 2*2 = 4
  • i=3 -> 3*2 = 6
  • i=4 -> 4*2 = 8
    Jadi, outputnya adalah 2, 4, 6, 8.

 

Soal 4
Indikator: Peserta didik dapat mengevaluasi kondisi logika AND/OR dalam sebuah percabangan.
Level Kognitif: Evaluasi (C5)

Sebuah toko memberikan diskon jika pembeli adalah anggota (membership = TRUE) DAN total belanja lebih dari Rp 100.000. Kode mana yang tepat untuk kondisi tersebut?
a. IF (membership == TRUE) OR (total_belanja > 100000) THEN diskon
b. IF (membership == TRUE) AND (total_belanja > 100000) THEN diskon
c. IF (membership == FALSE) AND (total_belanja > 100000) THEN diskon
d. IF (membership == TRUE) AND (total_belanja < 100000) THEN diskon

Jawaban: b
Pembahasan: Kata kunci "DAN" dalam logika komputasi direpresentasikan dengan operator AND. Jadi, kedua kondisi harus terpenuhi secara bersamaan: status anggota harus TRUE dan total belanja harus lebih dari 100.000.

 

Soal 5
Indikator: Peserta didik dapat memahami konsep struktur data array (larik) dan mengakses elemennya.
Level Kognitif: Pemahaman (C2)

Diberikan array nilai_siswa = [85, 90, 78, 92, 88]. Indeks biasanya dimulai dari 0. Berapakah nilai yang tersimpan pada nilai_siswa[3]?
a. 78
b. 90
c. 92
d. 88

Jawaban: c
Pembahasan: Pada array, indeks dimulai dari 0.

  • indeks 0 -> 85
  • indeks 1 -> 90
  • indeks 2 -> 78
  • indeks 3 -> 92
  • indeks 4 -> 88
    Jadi, nilai_siswa[3] berisi nilai 92.

 

Soal 6
Indikator: Peserta didik dapat menerapkan operasi logika NOT dalam sebuah ekspresi boolean.
Level Kognitif: Penerapan (C3)

Diberikan variabel boolean Hujan = TRUE dan BawaPayung = FALSE. Apa hasil dari ekspresi NOT(BawaPayung)?
a. TRUE
b. FALSE
c. ERROR
d. NULL

Jawaban: a
Pembahasan: Operator NOT membalikkan nilai boolean. Karena BawaPayung = FALSE, maka NOT(FALSE) akan menghasilkan TRUE.

 

Soal 7
Indikator: Peserta didik dapat menganalisis algoritma yang mengandung percabangan IF-ELSE.
Level Kognitif: Analisis (C4)

Perhatikan algoritma berikut:

text

1. X = 10

2. IF (X % 2 == 0) THEN

3.    Print "Genap"

4. ELSE

5.    Print "Ganjil"

6. END IF

Apa output dari algoritma di atas?
a. Genap
b. Ganjil
c. 10
d. Tidak ada output

Jawaban: a
Pembahasan: X % 2 adalah operasi modulus (sisa bagi). 10 dibagi 2 memiliki sisa 0. Karena (10 % 2 == 0) bernilai TRUE, maka perintah pada baris 3 akan dijalankan, yaitu mencetak "Genap".

 

Soal 8
Indikator: Peserta didik dapat mengevaluasi keefektifan sebuah algoritma dalam menyelesaikan masalah.
Level Kognitif: Evaluasi (C5)

Mana dari algoritma berikut yang paling efisien untuk menemukan sebuah nama dalam daftar 1000 nama yang sudah terurut secara alfabet?
a. Memeriksa setiap nama satu per satu dari awal sampai akhir.
b. Membagi daftar menjadi dua secara berulang dan mencari di bagian yang relevan (pencarian biner).
c. Mengacak daftar tersebut kemudian memeriksa satu per satu.
d. Memeriksa hanya nama-nama yang diawali dengan huruf vokal.

Jawaban: b
Pembahasan: Pencarian biner (binary search) adalah algoritma yang jauh lebih efisien untuk data yang sudah terurut. Dengan membagi area pencarian menjadi dua secara berulang, waktu pencarian menjadi sangat singkat (logaritmik) dibandingkan dengan memeriksa satu per satu (linier).

 

Soal 9
Indikator: Peserta didik dapat memprediksi hasil dari operasi perbandingan dan logika yang digabungkan.
Level Kognitif: Analisis (C4)

Diberikan:

text

Umur = 17

Status = "Pelajar"

Apa hasil dari ekspresi: (Umur >= 13 AND Umur <= 19) AND (Status == "Pelajar")?
a. TRUE
b. FALSE
c. ERROR
d. NULL

Jawaban: a
Pembahasan:

  • (Umur >= 13 AND Umur <= 19) -> (17 >= 13 adalah TRUE) DAN (17 <= 19 adalah TRUE) -> TRUE.
  • (Status == "Pelajar") -> String "Pelajar" sama dengan nilai variabel Status -> TRUE.
  • TRUE AND TRUE -> TRUE.

 

Soal 10
Indikator: Peserta didik dapat membuat kreasi algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah tertentu.
Level Kognitif: Kreasi (C6)

Seorang robot hanya bisa bergerak maju dan berputar 90 derajat ke kanan. Robot berada di titik A menghadap utara. Agar robot dapat sampai ke titik B yang berada tepat 2 langkah di timur dan 1 langkah di utara dari A, urutan perintah mana yang PALING TEPAT?
(Catatan: Asumsi 1 langkah = 1 satuan jarak maju)
a. Maju 2 -> Kanan 90° -> Maju 1
b. Kanan 90° -> Maju 2 -> Kanan 90° -> Maju 1
c. Kanan 90° -> Maju 2 -> Kiri 90° -> Maju 1
d. Maju 1 -> Kanan 90° -> Maju 2

Jawaban: b
Pembahasan:

  • Posisi awal: Menghadap Utara.
  • Untuk pergi ke Timur, robot harus berputar 90° ke kanan (sekarang menghadap Timur).
  • Maju 2 langkah (sekarang di 2 langkah Timur dari A).
  • Untuk pergi ke Utara dari posisi sekarang (masih menghadap Timur), robot harus berputar 90° ke kanan lagi (sekarang menghadap Selatan? Ini salah).
    Mari kita analisis opsi b:
  1. Kanan 90°: Dari Utara, berputar kanan -> Hadap Timur.
  2. Maju 2: Bergerak 2 langkah ke Timur.
  3. Kanan 90°: Dari Timur, berputar kanan -> Hadap Selatan. (Ini tidak sesuai karena tujuan akhirnya adalah 1 langkah ke Utara).
    Ternyata tidak ada opsi yang sempurna. Opsi yang paling mendekati adalah b, dengan asumsi soal bermaksud "1 langkah di selatan". Jika soal benar "1 langkah di utara", maka algoritmanya harus: Kanan 90° -> Maju 2 -> Kiri 90° -> Maju 1 (yang merupakan opsi c). Jadi, untuk soal yang diberikan, dengan asumsi tujuan B adalah 2 langkah Timur dan 1 langkah Utara, jawaban yang benar adalah c.

Koreksi untuk Soal 10: Jawaban yang tepat adalah c.
Pembahasan (Koreksi):

  • Awal: Hadap Utara.
  • Kanan 90°: Sekarang menghadap Timur.
  • Maju 2: Bergerak 2 langkah ke Timur.
  • Kiri 90°: Dari Timur, berputar kiri -> Sekarang menghadap Utara.
  • Maju 1: Bergerak 1 langkah ke Utara.
    Robot sekarang berada di posisi 2 langkah Timur dan 1 langkah Utara dari titik awal.

BEFORE                                                                                                                                    NEXT

 

Senin, 22 Juli 2024

Kalender Akademik SMPN 2 Kwadungan

     Memasuki Tahun Ajaran Baru 2024 - 2025, SMPN 2 Kwadungan telah mempersiapkan pelaksanaan KBM sebagaimana telah ditetapkan dengan pedoman pelaksanaan Kurikulum Merdeka sesuai dengan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024. Download

Sejalan dengan itu Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2024-2025 telah dilaksanakan pada tanggal 15 - 17 Juli 2024 di SMPN 2 Kwadungan, sesuai dengan Sejalan dengan hal tersebut dan dalam rangka pengimplementasian pencegahan kekerasan yang diamanatkan dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) dan salah satu fokus dalam Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yaitu Sehat Jiwa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menyediakan panduan sosialisasi PPKSP pada saat pelaksanaan MPLS, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, berkebinekaan, dan aman bagi semua, melalui materi yang sederhana dan efektif sehingga dapat digunakan di setiap jenjang pada tautan berikut: DOWNLOAD

Adapun beberapa kegiatan dan materi yang telah di sampaikan kepada peserta didik baru :

  1. Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah.  download
  2. Arti dan Makna Wawasan Wiyata Mandala.  download
  3. Kepramukaan.  download
  4. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara.  download
  5. Belajar Efektif.  download
  6. Pendidikan Karakter.   download
  7. Tata Krama Siswa.   download
  8. Pembinaan Mental Agama di Sekolah.  download

Link MPLS Hari  1 : https://youtube.com/shorts/SGr4xurBNCA?si=FqQZ8cMVCIfOhvrk

Link MPLS Hari  2 : https://youtu.be/ZQ1rMoBmPXY?si=gVxsCJKLcJtJR-qD

Link MPLS Hari  3 : https://youtu.be/0WNsh54tPSE?si=jp3Sw_dvQHMZv1f3

Dilanjutkan kegiatan Terima Gudep Pramuka dari Gudep SD ke Gudep SMP Negeri 2 Kwadungan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan kegiatan perkemahan satu malam atau di singkat dengan PERSAMA. Link PERSAMA : di sini

Download Kaldik Kabupaten Ngawi

Download Kaldik Propinsi Jawa Timur 

Sabtu, 04 Maret 2023

Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila

 

Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 dimensi dan beberapa elemen di dalamnya.

Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
Pelajar Pancasila mengimani dan mengamalkan nilai dan ajaran agama/kepercayaannya. Hal ini diwujudkan dalam akhlak yang baik pada diri sendiri, sesama manusia, alam, dan negara Indonesia (nasionalisme).
Berkebinekaan global
Pelajar Pancasila mengenal dan mencintai budaya dan negaranya (nasionalisme), menghargai budaya lain, serta mampu berkomunikasi dan berinteraksi antar budaya. Mereka juga melakukan refleksi terhadap pengalaman kebinekaannya, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya untuk mewujudkan masyarakat inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Mandiri
Pelajar Pancasila memiliki pemahaman terhadap diri dan situasi yang dihadapi, serta regulasi diri untuk mencapai tujuan dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Bergotong royong
Pelajar Pancasila melakukan kolaborasi yang dibangun atas dasar kemanusiaan dan kepedulian kepada bangsa dan negara, sehingga dapat berbagi kepada sesama.
Bernalar kritis
Pelajar Pancasila yang bernalar kritis menganalisa dan mengevaluasi semua informasi maupun gagasan yang diperoleh dengan baik. Mereka juga mampu mengevaluasi dan merefleksi penalaran dan pemikirannya sendiri.
Kreatif
Pelajar Pancasila yang kreatif adalah pelajar yang bisa menghasilkan gagasan, karya, dan tindakan yang orisinal. Mereka juga memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan..
Prinsip Dasar

Profil Pelajar Pancasila

 


Pengertian Profil Pelajar Pancasila

 

Definisi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila merupakan sejumlah karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

 

Kegunaan Profil Pelajar Pancasila

Menerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan

Menjadi kompas bagi pendidik dan pelajar Indonesia

Tujuan akhir segala pembelajaran, program, dan kegiatan di satuan pendidikan

Berikutnya >>>




Struktur Kurikulum Merdeka

Struktur kurikulum di Kurikulum Merdeka didasari tiga hal, yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila.

Berikut adalah beberapa prinsip pengembangan struktur Kurikulum Merdeka.

Struktur Minimum

Struktur kurikulum minimum ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun, satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai dengan visi, misi, dan sumber daya yang tersedia.

Otonomi

Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan guru untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Sederhana

Perubahan dari kurikulum sebelumnya dibuat seminimal mungkin, namun tetap signifikan. Tujuan, arah perubahan, dan rancangannya dibuat jelas sehingga mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.

Gotong Royong

Pengembangan kurikulum dan perangkat ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya.


Alokasi Waktu Kurikulum Merdeka

 Alokasi Waktu Kurikulum Merdeka
SMP Negeri 2 Kwadungan


Tautan





Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran

 

Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran

Untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pengorganisasian pembelajaran perlu diperbarui. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Kewenangan Pemerintah Pusat

  1. Struktur kurikulum
  2. Profil Pelajar Pancasila
  3. Capaian Pembelajaran
  4. Prinsip pembelajaran dan asesmen

Kewenangan Satuan Pendidikan

  1. Visi, misi, dan tujuan sekolah
  2. Kebijakan lokal terkait kurikulum
  3. Proses pembelajaran dan asesmen
  4. Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
  5. Pengembangan perangkat ajar

Asesmen Kumer

 Asesmen

Bagaimana cara menentukan kemajuan hasil belajar?

Kemajuan hasil belajar murid dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Murid yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan agar mencapai capaian pembelajarannya.

Bagaimana tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen?

Perencanaan

Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, yang mencakup rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen sumatif di akhir pembelajaran.

Asesmen Awal Pembelajaran

  • Asesmen awal bertujuan untuk untuk menilai kesiapan masing-masing murid untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
  • Dengan demikian, guru bisa melakukan pengelompokkan murid berdasarkan tingkat kesiapan yang sama.

Pembelajaran

  • Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
  • Di akhir proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini juga bisa digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

Kurikulum Merdeka

 

Pembelajaran Sesuai Tahap Capaian Belajar

Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar murid (teaching at the right level) adalah pendekatan belajar yang berpusat pada kesiapan belajar murid, bukan pada tingkatan kelas.

Apa tujuan pembelajaran ini?

  • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hadjar Dewantara yang berpusat pada murid
  • Menguatkan kompetensi numerasi dan literasi murid
  • Agar setiap murid mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan

Bagaimana pembelajaran dilakukan?

Murid dalam fase perkembangan yang sama bisa memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pada model pembelajaran ini, cara dan materi pembelajaran divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.

Apa itu fase perkembangan?

Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai murid, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya.

SD, SMP, SMA, SMK (MI, MTs, MA, MAK)

  • Fase A: SD/MI kelas 1–2
  • Fase B: SD/MI kelas 3–4
  • Fase C: SD/MI kelas 5–6
  • Fase D: SMP/MTs kelas 7–9
  • Fase E: SMA/MA, SMK/MAK kelas 10
  • Fase F: SMA/MA, SMK/MAK kelas 11–12